Anggrek Dendrobium TN Kutai

Balai TN Kutai selalu berusaha meningkatkan upaya pengelolaan kawasan. Konservasi keanekaragaman hayati sebagai “core bisnis TN Kutai”, menuntut pengelola untuk mengetahui isi seluruh kawasan yang menjadi “Rumah”nya. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu melalui mengidentifikasi potensi keanekaragaman hayati yang ada di dalam kawasan.

Anggrek adalah salah satu kelompok tumbuhan yang memiliki potensi untuk pengembangan wisata dan sumber plasma nutfah yang bisa mendukung upaya pengembangan ekonomi masyarakat melalui budidaya tanaman hias. Berdasarkan hasil survey dan eksplorasi Balai TN Kutai terdapat lebih dari 30 jenis anggrek di TN Kutai, yang tergabung dalam beberapa famili dan genus dan salah satunya adalah genus Dendrobium. Beberapa jenis dendrobium yang dijumpai di TN Kutai antara lain Dendrobium anosmun, Dendrobium crumenatum, Dendrobium secundum, dan Dendrobium lamellatum.

 

Dendrobium anosmum Lindl

Identifikasi:
Efipit. Batang berbentuk bundar panjang sampai 120 cm dan menggantung. Daun tipis, berbentuk lanset dengan ujung daun meruncing, panjang daun 10 – 25 cm, lebar 34 cm. jumlah daun setiap batang 6 – 10 helai. Bunga muncul dari nodus, diameter bunga 47 cm, Daun kelopak berbentuk lanset berwarna ungu keputihan, daun mahkota berbentuk jorong berwarna ungu tua. Daun kelopak dan mahkota bunga berambut halus dan rapat. Buah berbentuk jorong dengan panjang sampai 10 cm, berwarna hijau, menguning setelah tua akhirnya pecah.

Habitat/ekologi dan Penyebaran:
Menyukai tempat terbuka, tumbuh pada hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian700 m dpl. Tumbuh efipit pada tumbuhan inang. Berbunga sepanjang tahun, dan bunga mekar sekitar 10 – 15 hari. Pada saat mekar mengeluarkan aroma yang sangat wangi. Lebih senang berbunga pada musim kering. Penyebaran di Indonesia dapat dijumpai di Kalimantan dan Minahasa. Penyebaran secara umum di Malaya, timur Malaysia dan Philipina.

 

Dendrobium crumenatum Swartz.
(Anggrek Merpati)

Identifikasi:
Efipit. Batang berbentuk umbi semu, tersusun rapat satu sama lain, panjang 60 – 100 cm; pangkal dan ujung batang mengecil dan tengah batang berbentuk tabung. Daun terdapat pada ujung batang berbentuk jorong dengan panjang 9 – 12 cm dan lebar 1.5 – 2 cm. Bunga tunggal, tumbuh dari batang yang tidak berdaun. panjang batang yang tidak berdaun tempat tumbuhnya bunga sekitar 30 – 40 cm, jumlah bunga tiap batang 8-12 kuntum. Diameter kuntum 2-3 cm. Daun kelopak pada bagian atas berbentuk taji, kelopak bawah berbentuk segitiga dan berwarna putih salju. Mahkota dan kelopak berukuran sama (sekitar 2 x 0.5 cm) tetapi mahkota agak melanset. Bibir bercuping, cuping lateral membundar, tegak. Buah berbentuk jorong dengan panjang 4 – 5 cm. Cuping tengah berlingiran tidak beraturan, ujung meruncing dibagian tengah, bertulang sampai memanjang.

Habitat/ekologi dan Penyebaran:
Menyukai tempat terbuka, tumbuh pada hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl. Tumbuh efipit pada tumbuhan inang. Berbunga sepanjang tahun, dan bunga tidak bertahan lama 12 hari. Pada saat mekar mengeluarkan aroma yang sangat wangi. Penyebaran di Indonesia dapat dijumpai hampir semua pulau. Penyebaran secara umum di India, China, Asia Tenggara.

 

Dendrobium lamellatum (Bl.)Lindl
(Anggrek sikat gigi)

Identifikasi:
Efipit, batang panjang sampai 12 cm, pipih mengkilat dengan lebar 2 – 3 cm dan tebal batang 2 – 3 mm. Daun tipis muncul pada ujung batang, jumlah daun tiap batang 2 – 3, berbentuk lanset dengan panjang 5 – 7 cm, lebat 3-4 cm. Bunga tumbuh dari buku batang, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, tiap tandan terdapat sekitar 3 – 4 kuntum. Mahkota bunga berwarna kuning muda, Panjang bunga sekitar 2 – 3 cm. Bibir bunga berbentuk segitiga dan berwarna putih kehijauan pada saat baru muncul dan menjadi kuning estela tua, taju ujung berbentuk setengah lingkaran dengan tepi yang melengkung ke belakang.

Ekologi/Habitat dan Penyebaran:
Jenis anggrek ini menyukai tempat yang agak terlindung, umumnya tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi pada pohon inang yang besar. Berbunga sepanjang tahun. Bunga mekar sekitar 7 hari. Penyebaran adalah di Pulau Sumatera, Kalimantan, Maluku, Jawa, Burma dan Malaya.

 

Dendrobium secundum (Bl.)Lindl
(Anggrek sikat gigi)

Identifikasi:
Efipit. Batang berbentuk bundar panjang, dengan pangkal yang mengecil, panjang batang sampai dengan 100 cm. Jumlah daun setiap batang 8 – 10 helai, berbentuk lanset dengan ujung daun meruncing, panjang daun 6-10 cm, lebar 3-6 cm.

Bunga muncul dari ruas sedikit dibawah nodus, berbentuk tandan, dengan panjang tandan 10 – 15 cm bunga tersusun rapat dalam jumlah yang banyak sekitar 40 – 60 bunga tiap tandan. Diameter bunga sekitar 1.5 – 2 cm. Daun kelopak berbentuk jorong, bagian atas tumpul, panjang 0,76 cm. Daun mahkota berbentuk jorong. Mahkota dan daun mahkota berwarna ungu muda keputihan. Bibir bunga berbentuk pita dengan sisi yang melengkung, berwarna jingga dengan bagian bawah berwarna ungu.

Habitat/ekologi dan Penyebaran:
Menyukai tempat terbuka, tumbuh pada hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian 500 mdpl. Tumbuh efipit pada tumbuhan inang. Berbunga sepanjang tahun, dan bunga mekar cukup lama sekitar 8 – 15 hari. Penyebaran di Indonesia dapat dijumpai di Sumatera, Kalimantan, sedangkan penyebaran secara global di Malaysia dan Philipina.

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Berita Lainnya