Tetap Sehat di Era Pandemi, Ayo Ke Bontang Mangrove Park

Mengisi waktu ditengah Pandemi Balai Taman Nasional Kutai, tetap konsisten menyajikan destinasi
wisata alternative bagi masyarakat Bontang dan sekitarnya. Bontang mangrove Park sebagai destinasi
wisata pendidikan dan petualangan. Di tengah pandemi covid-19, BMP juga hadir sebagai “Forest
Healing” bagi masyarakat. Pandemi Covid-19 telah berimplikasi pada meningkatnya tingkat depresi
masyarakat, sementara untuk tetap bertahan dalam melawan ancaman wabah ini diperlukan peningkatan daya tahan tubuh. BMP hadir sebagai solusi alternatif untuk dapat melawan wabah ini.

Forest healing atau hutan pemulihan adalah aktivitas yang dilakukan oleh manusia untuk meningkatkan
imunitas tubuh secara mental dengan memanfaatkan berbagai elemen yang ada pada hutan untuk
menyembuhkan. BMP, dibangun dengan konsep Conservation, Education and Adventure. Menyajikan
potensi alam berupa hamparan ekosistem mangrove yang sangat indah dengan keanekaragaman jenis
vegetasi dan satwa di dalamnya. Kesejukan alam dan letaknya yang startegis karena berada di tengah
Kota Bontang, menjadikan BMP sebagai tempat yang tepat untuk refreshing dan meghilangkan
kejenuhan.

Sepanjang waktu dari pagi sampai sore, merupakan momen terbaik untuk kunjungan wisata ke BMP
tergantung tujuan masing-masing pengunjung. Sunrise, dapat dinikmati dari boardwalk dengan view
yang menghadap ke laut-Selat Makassar dan dari Menara pandang. Sunset dan view lampu dari pabrik
yang terdapat diseberang BMP, juga menjadi momen favorit para pemburu gambar. Siang hari
dimanfaatkan oleh para pelajar untuk mengetahui keanekaragaman hayati hutan mangrove dan
ekosistemnya. Pada saat surut terendah, pengunjung dapat menyaksikan barisan ikan-ikan kecil yang
memenuhi areal terbuka disepanjang boarwalk. Pemandangan ini, semakin membuktikan fungsi hutan
mangrove sebagai tempat pemijahan ikan, udang, kepiting dll, dan menyebar ke laut lepas setelah
besar. Pada momen ini pula, pengunjung dapat menyaksikan sekumpulan burung air yang sedang
mencari makan di tengah surutnya air laut.

Mendukung fungsi BMP sebagai sarana edukasi, disepanjang boardwalk sepanjang 2.5 km yang
terbentang dari daratan sampai ke laut, terdapat berbagai informasi tentang jenis-jenis vegetasi hutan
mangrove.

Menara pandang dengan tinggi 20 m, yang dapat difungsikan sebagai sarana “bird watching”. Dari
Menara pandang, tersaji hamparan ekosistem mangrove, view Kota Bontang dan kawasan industry
PT.Pupuk Kaltim. Pada pagi dan sore hari, Menara Pandang merupakan hotspot terbaik untuk
mendapatkan gambar sunset dan sunrise. Beberapa gazebo yang dapat digunakan sebagai tempat
istirahat, juga tersedia pada beberapa titik. Selain gazebo disepanjang trekking, terdapat dua gazebo
yang terletak pada sisi terluar ekosistem mangrove dengan view laut. Diantara dua gazebo terdapat
boardwalk yang menyerupai catwalk yang menjorok agak ke laut. Ketiga fasilitas tersebut saling
mendukung untuk memberikan kepuasan pengunjung dalam menikmati keindahan alam sekaligus mendapatkan gambar terbaik.

Bagi pengunjung yang ingin melakukan kegiatan di dalam ruangan, tersedia Balai Pertemuan pada welcome area, yang dapat menampung 200 – 300 orang (sangat tergantung dengan jenis kegiatan). Welcome area, juga sedang dipersiapkan bumi perkemahan yang dapat mengakomodir peserta sampai
seribu orang.

Di era Pandemi Covid-19, kapasitas ini hanya diizinkan untuk 50% pengunjung, dengan tetap
menerapkan protokol covid-19 yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Sarana
prasarana pendukung berupa temat cuci tangan, rambu-rambu, pemeriksaan suhu serta pemantauan
pengunjung sangat ketat berlaku di Bontang Mangrove Park.

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Berita Lainnya