Clean Up Bontang Mangrove Park

“Keberhasilan pengelolaan wisata alam, bukan pada jumlah pengunjung tetapi pada kelestarian ekosistem”. Demikian pula dengan wisata “Bontang Mangrove Park”, salah satu objek wisata alam yang terdapat di Taman Nasional Kutai. Meski setiap hari ramai dikunjungi wisatawan, Bontang mangrove park yang lebih popular dengan nama BMP, tetap terlihat bersih dan jauh dari tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Ekosistem BMP yang didominasi oleh ekosistem mangrove terlihat sangat terjaga. Kegiatan pemulihan ekosistem yang secara rutin dilakukan menjadi bagian yang sangat mendukung kegiatan peningkatan kualitas ekosistem hutan di BMP. Sebelum berkembang jadi tempat wisata, BMP merupakan hutan yang terdegradasi akibat aktifitas pembuatan tambak, dan kegiatan pertanian pada ekosistem kerangas yang terletak pada bagian selatan BMP.

Jumat bersih di Taman Nasional Kutai sejak awal Januari 2018, dipusatkan di Bontang Mangrove Park. Target utamanya adalah membebaskan Bontang Mangrove Park dari Sampah. Kegiatan Jumat bersih pada setiap pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur baik dari pemerintahan, kelompok kategorial maupun dari masyarakat sekitar. Pihak yang pernah terlibat dalam kegiatan pembersihan Bontang Mangrove Park antara lain: Staf Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kodim Bontang, Polres Bontang, dan beberapa instansi dan kelompok.

Sudah menjadi tradisi di Balai TN Kutai, dimana setiap hari Jumat setelah senam bersama, langsung melaksanakan kegiatan bersih-bersih baik di lingkungan kantor maupun pada objek-objek wisata di TN Kutai seperti Sangkima dan Bontang Mangrove Park. Pemilihan lokasi Jumat bersih dilakukan berdasarkan skala prioritas dalam menunjang pengelolaan Taman Nasional Kutai. Bagi keluarga Taman Nasional Kutai, Jumat bersih tidak sekedar untuk membersihkan lokasi, tetapi sebagai ajang untuk membangun komunikasi dalam kelompok dan memperkuat silaturahmi, serta untuk memelihara semangat kebersamaan dalam mengelola TN Kutai.

Jumat tanggal 2 Maret 2018, staf Balai Taman Nasional Kutai bersama kelompok Tani Pangkang Lestari melakukan pembersihan sampah yang terdapat di sepanjang boardwalk yang menjadi jalur wisata Bontang Mangrove Park sepanjang 1.3 km. Keberadaan sampah bukan hanya akibat aktifitas pengunjung, namun juga berupa sampah kiriman akibat pasang surut air laut. Letak objek wisata Bontang Mangrove Park yang berseberangan dengan pemukiman, semakin memperbesar potensi kiriman sampah akibat buangan limbah/sampah domestic dari rumah tangga.

Pengelolaan sampah menjadi salah satu permasalahan sekaligus menjadi tantangan dalam pengelolaan wisata alam di Indonesia. Pada beberapa lokasi di Indonesia sampah menjadi permasalahan yang berdampak pada menurunnya kualitas keindahan objek-objek wisata. Untuk mengatasi hal tersebut, selain meningkatkan kesadaran pengunjung sebagai pelaku wisata yang betanggungjawab, melalui himbauan baik langsung maupun melalui papan-papan informasi yang diletakkan pada beberapa titik, pengelola juga melakukan manajemen sampah. Kedepan, Balai TN Kutai akan bekerjasama dengan kelompok masyarakat untuk melakukan pengolahan sampah melalui Bank Sampah dan pengolahan sampah.

Untuk mencegah penumpukan sampah di Bontang mangrove Park, dihimbau kepada pengunjung untuk tidak meninggalkan sampah di dalam kawasan serta selalu membawa pulang sampahnya dan membuang pada tempat sampah yang telah disiapkan, serta kepada masyarakat Bontang pada umumnya untuk tidak membuang sampah secara langsung ke laut.

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Berita Lainnya