Kutai National Park-Plant Vulnerability Assessment Workshop

Balai Taman Nasional Kutai bekerjasama dengan International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan Indianapolis Zoo menyelenggarakan “Plant Vulnerability Assesment Workshop” pada tanggal 8-11 Mei 2017 bertempat di Hotel Sintuk Bontang-Kalimantan Timur. Acara ini dibuka secara resmi oleh Bapak Puja Utama, Kasubdit Pengawetan Jenis, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ditjen KSDAE dan Bapak Nur Patria Kurniawan, Kepala Balai Taman Nasional Kutai.

Workshop yang digagas oleh IUCN, dan didanai oleh Indiana polis Zoo ini dihadiri oleh partisipan baik dari dalam maupun luar negeri yang terdiri dari para ahli tumbuhan dan orangutan dari Universitas Mulawarman, Leiden University, Norwegian University of Life Sciences, Hortus Botanical Leiden, York University, Yayasan Palung, Flora-Fauna Internasional, International Animal Rescue, Borneo Nature Foundation, Orangutan Kutai Project, Balai Besar Litbang Dipterokarpa Samarinda, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi KSDA Samboja, Balai KSDA Kaltim, serta PT. Indominco Mandiri dan PT. Kaltim Prima Coal, sebagai pelaku kegiatan restorasi.

Secara umum workshop ini bertujuan untuk melakukan studi atau penilaian dampak perubahan iklim terhadap habitat orangutan, dalam kerangka mendukung pengelolaan Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. Hasil dari asessment ini dirancang untuk mendukung upaya restorasi hutan yang sedang berlangsung di Taman Nasional Kutai.

Selain pemaparan dari narasumber yang berasal dari IUCN, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Balai Taman Nasional Kutai, kegiatan workshop ini juga dirangkaikan dengan kunjungan lapangan untuk melihat kondisi habitat asli orangutan, baik yang terganggu maupun yang tidak terganggu. Selain itu peserta juga mengunjungi areal TN Kutai yang telah direstorasi

Aspek penilaian yang digunakan dalam assesment yaitu tingkat kerentanan dan atau ketahanan spesies tumbuhan penting baik bagi orangutan maupun bagi pengelolan ekosistem TN Kutai secara umum terkait dengan adanya perubahan iklim.

Sumber: BTN Kutai

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Berita Lainnya