Peran Perempuan dalam Upaya Rehabilitasi DAS di TN Kutai bersama pemegang IPPKH

Berdasarkan Permenhut No. 18/Menhut-II/2011 dan SK IPPKH No.497/Menhut-II/2013 tanggal 15 Juli 2013, perusahaan pemegang IPPKH memiliki beberapa kewajiban, yaitu 1. Melaksanakan reboisasi pada lahan kompensasi dengan kewajiban menyediakan lahan kompensasi (Rehabilitasi DAS) 2. Melaksanakan reklamasi dan revegetasi tanpa menggu berakhirnya izin pinjam pakai (Reklamasi) 3. Pemeliharaan tata batas & perlindungan hutan 4. Pemberdayaan masyarakat 5. Kewajiban pembayaran (PNBP, PSDH, DR, Penggantian Nilai Tegakan) 6. Laporan semesteran kepada Menteri Kehutanan mengenai penggunaan kawasan hutan.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan mengalami kendala dalam penentuan lokasi penanaman karena memperhitungkan aksesibilitas, clear and clean serta memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Salah satu yang menjadi tujuan bagi penuntasan kewajiban penanaman dalam rangka rehab DAS adalah Taman Nasional Kutai. Terhitung kurang lebih ada 12 pemegang IPPKH yang melakukan penanaman di Taman Nasional Kutai diantaranya ; PT Indominco Mandiri, PT Kideco Jaya Agung, PT Santan Batubara, PT Kitadin Site Tandung Mayang, PT Tambang Damai, PT Tanito Harum, PT Mahakam Sumber Jaya, PT Trubaindo Coal Minning, PT Insani Bara Perkasa, PT Karya Usaha Pertiwi, PT Fajar Sakti Prima, dan Rumah Sakit Taman Husada Bontang.

Perkembangan realisasi penanaman cukup berjalan dengan lancar, lokasi-lokasi yang letaknya jauh dari pemukiman dapat melakukan penanaman dengan baik dan lancar. Kendala utama, terkait dengan cuaca yang tidak menentu dan wabah penyakit yang kerap menyerang pekerja secara umum dapat diatasi dengan baik. Lebih dari 11.000 hektar penanaman yang telah dinyatakan berhasil dan diserahterimakan kepada pemangku.

Perkembangan kebijakan dalam pemenuhan kewajiban penanaman dalam rangka rehab DAS ini mengharuskan pemegang IPPKH melakukan penanaman di areal kritis yang tegakan awalnya kurang dari 200 batang perhektar. Lokasi penanaman ini berada di daerah yang aktifitas masyarakatnya cukup tinggi. Hal ini menyebabkan perlu adanya pelibatan aktif masyarakat dalam kegiatan penanaman rehab DAS. Selama proses sosialisasi dan pelaksanaan kegiatan ternyata antusias kaum Perempuan untuk terlibat aktif dalam kegiatan penanaman sangat tinggi. Hal ini terbukti dari jumlah para kaum ibu untuk turut serta melakukan proses penanaman dalam rangka membantu perekonomian keluarga  cukup besar.

Keterlibatan mereka terutama pada proses-proses persiapan penanaman seperti pengadaan ajir, pengisian polybag, pembibitan, penandaan bibit sampai dengan membantu distribusi bibit ke lubang tanam. Bersama dengan para suami mereka yang melakukan penanaman, para ibu bahu membahu membantu agar tugas suaminya dalam melakukan penanaman dapat berjalan dengan lancar.

Hampir seluruh perusahaan pemegang IPPKH melibatkan kaum Perempuan dalam melaksanakan kegiatan penanamannya khususnya perusahaan-perusahaan pemengang IPPKH yang memiliki kewajiban penanaman di sisi Timur Kawasan Taman Nasional Kutai. Untuk wilayah penanaman yang jauh ditengah hutan keterlibatan ibu-ibu cenderung kurang atau hanya terbatas pada lokasi pembibitan yang dekat dengan rumah mereka.

Semoga kegiatan penanaman dalam rangka rehab DAS ini mampu melibatkan lebih banyak kaum Perempuan dalam pelaksanaan kegiatannya sehingga peran Perempuan tidak hanya dalam urusan mengurus rumah tangga namun juga mampu membantu suami mereka dalam meningkatkan perekonomian keluarga sehingga kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Berita Lainnya