Road To HKAN 2021, TN KUtai-BKSDA Kaltim Rilis Bekantan

rilis bekantan 2
Selasa, 22 Juni 2021, Balai Taman Nasional Kutai bekerjasama dengan BKSDA Kalimantan Timur melakukan pelepasliaran bekantan (Nasalis larvarus) di Bontang Mangrove Park, Taman Nasional Kutai. Selain dikenal dengan sebutan bekantan, jenis ini dikenal dengan berbagai nama lokal seperti monyet belanda, Dare’ belanda.  Dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan  long-nosed monkey, karena hidung jantan yang sangat mancung.
Status satwa ini mengalami ancaman berupa penangkapan liar untuk piaraan dan kerusakan habitat. Karena status keterancamannya,  bekantan ditempatkan dalam status terancam punah (endangered) di dalam daftar merah IUCN dan  apendiks I dan daftar CITES.
Di Indonesia,  Bekantan merupakan satwa endemik Kalimantan yang dilindungi berdasarkan  undang-undang.
Secara umum, Konservasi bekantan di TN Kutai dilakukan melalui perlindungan populasi dan habitat. Secara rutin Balai TN Kutai melakukan pemantauan populasi pada seluruh habitat bekantan di TN Kutai setiap tahun dan pembinaan habitat melalui rehabilitasi hutan mangrove.
Pelepasliaran bekantan  di Taman Nasional Kutai ini, merupakan salah satu upaya penanganan satwa dan diharapkan satwa ini dapat berkembang biak dengan aman di habitatnya. Sekaligus menjadi salah satu daya tarik wisata di Bontang Mangrove Park.
Kegiatan ini sekaligus dalam rangka road to HKAN (Hari Konservasi Alam Nasional) tahun 2021.
Lestarikan alam, lestarikan satwa liar demi kehidupan yang lebih baik.
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Berita Lainnya