Penelitian

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENERBITAN SIMAKSI UNTUK PENELITI WARGA NEGARA INDONESIA
PADA BALAI TAMAN NASIONAL KUTAI

A. Tujuan
Prosedur ini digunakan untuk mengendalikan aktivitas Penerbitan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) untuk peneliti Warga Negara Indonesia pada Balai Taman Nasional Kutai, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar sesuai dengan aturan perundangundangan yang berlaku.

B. Ruang Lingkup
Prosedur ini diterapkan untuk semua aktivitas penerbitan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) untuk peneliti Warga Negara Indonesia pada Balai Taman Nasional Kutai, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

C. Dasar Peraturan

  1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya;
  2. Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam;
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Kehutanan;
  5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.7/Menlhk/Setjen/ OTL.O/1/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional;
  6. Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor P.7/IVSET/2011 tentang Tata Cara Masuk Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, dan Taman Buru.

D. Definisi

  1. Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi;
  2. Surat izin masuk Kawasan Konservasi selanjutnya disebut SIMAKSI adalah izin yang diberikan oleh pejabat berwenang kepada pemohon untuk masuk taman nasional;
  3. Masuk kawasan taman nasional adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau lebih untuk suatu tujuan tertentu dalam rangka memperoleh data dan informasi tentang keanekaragaman hayati dan ekosistemnya;
  4. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi;

E. Persyaratan Penerbitan SIMAKSI Penelitian

  1. Surat permohonan izin penelitian yang ditujukan kepada Kepala Balai Taman Nasional Kutai
  2. Proposal penelitian
  3. Salinan tanda pengenal
  4. Materai Rp10,000,00 (sepuluh ribu rupiah) sebanyak 2 (dua) lembar

F. Prosedur Penerbitan SIMAKSI

  1. Pemohon menyampaikan surat permohonan izin dan persyaratan kegiatan masuk kawasan konservasi ke Balai Taman Nasional Kutai baik secara langsung atau via online;
  2. Bagian perizinan/petugas pemungut PNBP memeriksa kelengkapan persyaratan permohonan. Apabila persyaratan telah lengkap, bagian perizinan menghubungi pemohon dalam waktu maksimal 3 (tiga) hari kerja untuk menyepakati jadwal presentasi dan apabila persyaratan tidak lengkap, bagian perizinan meminta pemohon untuk melengkapi persyaratan;
  3. Pemohon SIMAKSI melakukan presentasi mengenai rencana penelitian yang akan dilaksanakan;
  4. Pemohon SIMAKSI mengisi surat pernyataan tentang kesangggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan (format sebagaimana lampiran 1);
  5. Bagian perizinan/petugas pemungut PNBP membuat SIMAKSI dengan masa berlaku SIMAKSI penelitian paling lama 3 (tiga) bulan;
  6. Pemohon SIMAKSI menandatangani SIMAKSI di atas materai Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) sebelum ditandatangani oleh Kepala Balai;
  7. Kepala Balai mengesahkan dan menandatangani SIMAKSI.
  8. Petugas pemungut Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melakukan pemungutan PNBP sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014;
  9. Petugas menyerahkan SIMAKSI kepada pemohon.

G. Prosedur Perpanjangan SIMAKSI Penelitian

  1. Permohonan perpanjangan SIMAKSI untuk kegiatan penelitian diajukan oleh pemohon kepada Kepala Balai Taman Nasional Kutai paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sebelum SIMAKSI berakhir;
  2. Permohonan perpanjangan SIMAKSI disertai SIMAKSI yang masih berlaku; 3. Perpanjangan SIMAKSI di Balai Taman Nasional Kutai dapat didelegasikan penerbitannya kepada Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah setempat.

H. Penutup
Demikian prosedur ini dibuat sebagai pedoman dalam penerbitan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) penelitian pada Balai Taman Nasional Kutai, sehingga pelaksanaannya dapat sesuai dengan undang-undang yang berlaku.