Sejarah Kawasan

Kawasan Taman Nasional Kutai pertama kali diusulkan sebagai Hutan Persediaan oleh seorang ahli geologi Belanda bernama H. Witkamp pada tahun 1932 seluas kurang lebih 2 juta hektar, dan kemudian pada perkembangannya sampai dengan tahun 2017 telah mengalami berbagai tekanan dan permasalahan sehingga luasannya berkurang menjadi 192.709,55 ha (selengkapnya lihat tabel 1).

Tabel 1. Sejarah Kawasan

Tahun Kegiatan/aktifitas Pelaku Keterangan
1932 Diusulkan Hutan Persediaan seluas 2 juta hektar Witkamp – Pemerintah Belanda SK (GB) No. 3843/Z/1934
1936 Disetujui Suaka Margasatwa Kutai seluas 306.000 hektar Sultan Kutai SK (ZB) No. 80/22-B/1936
1957 Ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa Kutai. Menteri Pertanian SK No. 110/UN/ 1957, tanggal 14 Juni 1957
1979 Penataan batas dan pemetaan Suaka Margasatwa Kutai berdasarkan kawasan yang dirumuskan kembali oleh Menteri Pertanian Direktorat Bina Program Ditjen Kehutanan SK. Menteri Pertanian No. 280 tahun 1971
1980 Pengesahan Berita Acara Tata Batas Suaka Margasatwa Kutai- Kebupaten Kutai- Propinsi Kalimantan Timur Direktorat Bina Program Ditjen Kehutanan Disahkan 1 Oktober 1980
1982 Kongres Taman Nasional  se- Dunia ke-III di Bali tahun, mendeklarasikan Suaka Margasatwa Kutai sebagai Calon Taman Nasional Kutai, dengan luas 200.000 hektar. Menteri Pertanian SK No. 736/ Mentan/X/ 1982
1990 Tata Batas sebagian areal Suaka Margasatwa Kutai yang akan dilepaskan untuk perluasan Kotip Bontang dan PT. Pupuk Kaltim Kotip Bontang – Kab. Dati II Kutai – Prop. Dati I Kaltim BIPHUT Wilayah IV
  • Titik ikat pada Pal Batas B.82 terletak di Bontang Kuala, diukur menuju Pal Batas B.70 dengan azimut 290o dengan jarak 3.250 m
  • Luasan SM adalah 200 hektar
1991 1,371 hektar dilepaskan untuk perluasan Kota Bontang dan ekspansi PT. Pupuk Kaltim sehingga luas kawasan menjadi 198.629 hektar Menhut SK Menhut No. 435/Kpts-XX/1991 tgl 22 Juli 1991
1995 Perubahan fungsi dan penunjukan Suaka Margasatwa Kutai menjadi Taman Nasional Kutai seluas 198.629 ha Menteri Kehutanan SK Menhut No. 325/Kpts -II/1995 tgl 29 Juni 1995
1997 Perubahan sebagian kawasan Taman Nasional Kutai seluas ±25 ha menjadi kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi, kemudian secara prinsip menyetujui pelepasannya untuk pembangunan perumahan Lok Tuan dalam rangka perluasan kotif Bontang Menhut Surat Menhut No. S. 997/Menhut-VII/1997 tanggal 21 Juli 1997
2005 Berita Acara Tata Batas – Kawasan Hutan Taman Nasional Kutai – Kec. Sengatta, Kec. Muara Bengkal – Kab. Kutai Timur – Prop. Kaltim Badan Planologi Kehutanan Disahkan di Jakarta, 21 Juni 2005 dengan luasan 198.629
2005 Berita Acara Tata Batas – Kawasan Hutan Taman Nasional Kutai – Kota Bontang – Prop. Kaltim Badan Planologi Kehutanan Disahkan di Jakarta, 21 Juni 2005 dengan luasan 198.629
2013 Perubahan Peruntukkan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan Seluas 395.621 ha, perubahan fungsi kawasan hutan seluas 276.240 ha dan penunjukkan Bukan Kawasan Hutan Menjadi Kawasan Hutan Seluas 11.732 ha Di Propinsi Kalimantan Timur Menhut SK Menhut No. 554/Menhut-II/2013 tanggal 2 Agustus 2013
2013 Perubahan Atas Keputusan Menteri Kehutanan  Nomor 79/Kpts-II/2013 tanggal 15 Maret 2001 Tentang Penunjukkan Kawasan Hutan dan Perairan Di Wilayah Provinsi Kalimantan Timur Seluas 14.651.553 ha (Empat Belas Juta Enam Ratus Lima Puluh Satu Ribu Lima Ratus Lima Puluh Tiga Hektar) Menhut SK Menhut No. 942/Menhut-II/2013 tanggal 23 Desember 2013
2014 Penetapan kawasan Taman Nasional Kutai seluas 192.709,55 ha Menhut SK.4194/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 10 Juni 2014
2014 Kawasan Hutan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Menhut SK Menhut No. 718/Menhut-II/2014 tanggal 29 Agustus 2014